Kerjasama B2P2EHD dengan COP : Workshop Fotografi Riset, Peningkatan Skill Story Telling Riset

B2P2EHD (Samarinda, 12/4/2017)_Untuk meningkatkan keahlian Peneliti dan Teknisi dalam bidang fotografi terutama pengambilan foto dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) melaksanakan workshop fotografi lingkup B2P2EHD, 5/4, di Gedung Dipta Grha B2P2EHD Samarinda.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”10″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_slideshow” gallery_width=”300″ gallery_height=”200″ cycle_effect=”fade” cycle_interval=”1″ show_thumbnail_link=”0″ thumbnail_link_text=”[Show thumbnails]” align=”center” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]Workshop fotografi riset merupakan salah satu rangkaian kegiatan kerjasama antara B2P2EHD dengan Pusat Perlindungan Orangutan (COP) yang telah terjalin sejak tahun 2015. Workshop fotografi tersebut di pandu oleh Ramadhani, Staf Komunikasi COP yang menjelaskan dasar-dasar fotografi serta praktek pengambilan foto menggunakan scanner dan kamera handphone/smartphone.

Dhani memulai workshop dengan memberikan teori tentang dasar-dasar fotografi yaitu sejarah fotografi, teknik dasar fotografi terdiri dari bagaimana mengambil fokus suatu gambar, pengaturan diafragma dan kecepatan shutter/rana.

“Pada workshop ini kita akan mencoba memotret dengan smartphone lalu mengolahnya menjadi story telling, dimana foto-foto yang dihasilkan akan bercerita tentang kegiatan penelitian yang dilaksanakan” kata Dhani.

Seperti diketahui, Foto adalah objek yang terekam dalam bentuk gambar tanpa menggunakan suara tetapi banyak cerita yang terkandung didalamnya. “Dalam workshop ini kita akan berusaha mengeluarkan cerita dalam foto terutama kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan, sehingga hasil foto tersebut dapat memberikan cerita yang sesuai dengan output yang diinginkan” tambah Dhani.

Selain pengambilan gambar menggunakan smartphone, dipraktekkan juga cara mengambil gambar dengan scanner. Dhani menyampaikan saat ini belum banyak yang menggunakan teknik scanner, padahal teknik akan menghasilkan gambar dengan resolusi dan ketajaman yang tinggi.

Menurut Dhani untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan yang membutuhkan detil dan ketajaman tinggi, pengambilan gambar menggunakan scanner sangat diperlukan. “Setting scanner dengan resolusi yang paling tinggi, dan lihat hasilnya pasti akan diperoleh gambar dengan detil yang baik, teknik ini dapat menjadi alternative pengambilan gambar menggunakan lensa makro.” Kata Dhani.

Lebih lanjut, Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan B2P2EHD memang memerlukan dokumentasi yang dapat menarik masyarakat, karena hasil riset akan lebih bagus saat dipublikasikan dalam bentuk tulisan ilmiah maupun tulisan populer.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Data, Informasi dan Kerjasama, Ir. Nina Juliaty, MP saat membuka acara workshop fotografi di gedung pertemuan Dipta Grha. 5/4.

Menurut Nina, workshop fotografi ini akan meningkatkan pengetahuan dan skill para peneliti, teknisi maupun staf B2P2EHD dalam pengambilan foto yang baik. “Hasil fotografi yang diperoleh dari workshop ini akan sangat bermanfaat dalam mendesiminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan B2P2EHD” tambah Nina.

Nina juga menginginkan para peserta workshop untuk mengikuti secara seksama seluruh kegiatan workshop dari awal sampai akhir, karena materi yang diberikan sangatlah padat tetapi durasi pelatihan hanya satu hari saja.

Pada workshop fotografi ini Nina juga berharap B2P2EHD akan menghasilkan dokumentasi-dokumentasi  hasil penelitian dalam bentuk foto yang baik, menarik dan mencerminkan kegiatan yang dilakukan 

Sementara itu, Kepala Seksi KHDTK, Kerjasama dan Pengembangan (KKP), Khuswantoro Akhadi, S.Hut., MAP mengatakan workshop fotografi ini adalah bentuk perwujudan kerjasama yang baik antara B2P2EHD dan COP, dimana COP memiliki kemampuan yang lebih baik dalam bidang fotografi lalu ditransfer kepada Pegawai B2P2EHD.

“Semoga dengan adanya workshop fotografi ini para peneliti, teknisi dan staf B2P2EHD dapat lebih mengembangkan kompetensinya dalam pengambilan foto serta untuk COP nya sendiri akan lebih terjalin hubungan kerjasama yang baik dengan B2P2EHD” kata Khuswantoro.

Menurut informasi yang diperoleh dari Seksi KKP yang menangani kerjasama dalam nengeri B2P2EHD, workshop akan dilaksanakan selama dua hari terdiri dari 2 kegiatan, hari pertama adalah workshop fotografi dan hari kedua adalah workshop pembuatan film riset. Semua workshop tersebut dimentori oleh COP. **MSC

%d blogger menyukai ini: