Wamen LHK : Arboretum Sempaja Wahana Riset, Edukasi dan Wisata Healing

B2P2EHD (Samarinda,  2/02/2020) Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong pada Minggu (2/02/2020) mengunjungi Arboretum Sempaja yang ada di Samarinda, Kalimantan Timur. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kunjungan Wamen LHK di Kalimantan Timur yang berlangsung pada 31 Januari – 2 Februari 2020 di Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan di B2P2EHD Wamen KLHK Alue Dohong, turut hadir Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Dr. Agus Justianto dan Staf Khusus Menteri Bidang Media Komunikasi LHK.  Rombongan disambut oleh keluarga besar karyawan/ti B2P2EHD. Wamen menyampaikan sangat terkesan dengan kondisi miniatur hutan alam, dengan segala keunikan jenis Dipterokarpa yang endemik.  Kondisi ekosistem hutannya dengan nyanyian-nyanyian alamnya, dianggap telah menyerupai kondisi hutan alami.  Sehingga selain untuk kepentingan riset dan edukasi yang telah selama ini dikembangkan oleh B2P2EHD, arboretum ini direkomendasikan sebagai healing forest bagi masyarakat yang berkunjung. Arboretum ini dapat merupakan salah satu inspirasi arboretum dan hutan yang akan dibangun di IKN.

Arboretum ini adalah miniatur dari hutan hujan tropis dengan ragam spot menarik dengan luas 2,5 ha yang dibangun sejak 1986.  Untuk kepentingan kunjungan di dalam kawasan tersedia track  sepanjang 842 m dengan kelerengan sampai dengan 40°.  Lokasi ini merupakan salah satu destinasi unggulan dalam paket wisata ilmiah/widya wisata yang dikembangkan B2P2EHD sejak 2017 lalu.

Pada kesempatan ini Wamen KLHK beserta rombongan melakukan penanaman di arboretum.  Jenis yang ditanam adalah Shorea mecistopteryx yang merupakan jenis eksotik Kalimantan yang mempunyai nilai komersial tinggi tetapi sudah mulai terancam kelestariannya di alam. Jenis ini dikenal dengan nama Tengkawang, yang semakin dikenal karena mempunyai nilai HHBK yang tinggi dari buahnya, sehingga banyak dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Penanaman ini menambah koleksi jenis arboretum yang telah tercatat sebanyak ±2000 tanaman dengan 80 jenis pohon. Pada setiap pohon dalam arboretum ini dilengkapi dengan barcode. Sehingga dengan mudah bisa diketahui identitas dan karakteristik jenis pohon melalui teknologi QR Code yang berbasis Android.

Selanjutnya, rombongan Wakil Menteri LHK juga mendapatkan sajian hasil-hasil iptek yang telah dihasilkan oleh para peneliti B2P2EHD seperti pengembangan kemitraan, konservasi dan pemuliaan Dipterokarpa, rehabilitasi lahan eks tambang serta produk-produk HHBK dari Dipterokarpa dan tanaman herbal.

B2P2EHD sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertanggungjawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inovasi (BLI).  Core riset balai besar menjadi pusat keunggulan IPTEK  pengelolaan ekosistem hutan Dipterokarpa yang merupakan tipe hutan dominan di pulau Kalimantan. Dengan tujuan akhir yaitu mendorong penyediaan IPTEK tersebut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

Dalam kesempatan ini, Wamen juga menyatakan posisi B2P2EHD yang sangat strategis untuk mendukung IKN yang berkonsep Forest City dan Smart City.  Terutama berdasarkan pengalaman dalam membangun arboretum dengan jenis-jenis Dipterokarpa dan khas Kalimantan, disertai iptek lain dalam konservasi, budidaya, pemuliaan, serta pemahaman akan pemulihan hutan dipterokarpa.

%d blogger menyukai ini: