Upaya Awal Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam Melalui Kemitraan

B2P2EHD (Samarinda, 11/1/2018), Focus Group Discussion (FGD) mengenai Sosialisasi Kemitraan pada KPHP Malinau dan KPHP Tana Tidung yang diadakan oleh Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wil XI Samarinda dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Lingkup Prop. Kalimantan Utara pada tanggal 13 dan 14 Desember 2017 di KPHP Tana Tidung. Acara ini dihadiri oleh KPHP Malinau (Ir. Impung Lian) dan Kepala KPHP Tana Tidung (Kamaruddin, S.Sos) beserta jajaran KPHP, masyarakat desa di sekitar KPHP yang terlibat serta B2P2EHD sebagai narasumber pada pemaparan materi, dalam hal ini B2P2EHD diwakili oleh Dr. Tien Wahyuni.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pelaksana kegiatan yaitu Kepala KPHP dan sambutan Kepala BPHP Wilayah XI/yang mewakili (Antonci, S.Hut) dilanjutkan dengan beberapa pemaparan dari berbagai narasumber yaitu  gambaran umum dan rencana demplot agroforestry KPHP Unit X Malinau oleh Ir. Impung Lian (Kepala KPHP Malinau), Gambaran umum dan rencana demplot agroforestry KPHP Tana Tidung oleh Kamaruddin, S.Sos (Kepala KPHP Tana Tidung), Fasilitasi Kemitraan Kehutanan Antara KPHP dan Kelompok Masyarakat oleh Antonci, S.Hut (BPHP Wil. XI) dan Menuju Agroforestry Berbasis Kemitraan KPHP dan Masyarakat oleh Dr. Tien Wahyuni (B2P2EHD)

Dari hasil pemaparan dan diskusi bahwa KPHP Unit X Malinau akan melaksanakan kegiatan pembangunan demplot agroforestry di Desa Setulang dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan (kayu-kayuan) sebagai tanaman jangka panjang dengan tanaman pertanian sebagai tanaman jangka pendek. Sumber mata pencaharian masyarakat desa Setulang rata-rata adalah petani, dimana lahan pertaniannya sebagian berada dalam kawasan hutan pada wilayah KPHP Unit X Malinau. Pelaksanaan kegiatan demplot agroforestry akan bermitra dengan masyarakat desa Setulang, melalui kelompok tani hutan yaitu KT. Fedan Sangkut yang beranggotakan 25 orang. Sasaran lokasi demplot agroforestry merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang berada dalam kawasan hutan di Desa Setulang, Kec. Malinau Selatan Hilir. Jenis-jenis tanaman yang akan ditanam terdiri dari gaharu, jabon dan sengon (tanaman jangka panjang), buah-buahan, kopi dan kakao (tanaman jangka menengah) dan padi, jagung (tanaman jangka pendek). Kab. Malinau merupakan penghasil kopi dan kakao, dua komoditi ini sudah lama ditanam dan menjadi sumber penghasilan yang terus menerus bagi petani. Salah satu produk kopi yang sudah dipasarkan secara luas adalah kopi Equato yang telah memiliki merk dagang atau label tersendiri. Selain itu keterlibatan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan agroforestry di Malinau sudah aktif membina kelompok-kelompok masyarakat yaitu IPAMA (Ikatan Penyuluh Agroforestry Malinau).

 

Sementara untuk KPHP Tana Tidung, dari hasil diskusi terungkap bahwa Kelompok Tani Hutan yang terlibat adalah KT. Mapan, beranggotakan 20 orang dan  mempunyai ketertarikan untuk mengembangkan wisata alam, karena areal yang akan dimitrakan mempunyai potensi air terjun dan kegiatan silvopasture. Kegiatan silvopasture ingin dikembangkan karena wilayah Kab. Tana Tidung masih mempunyai ketergantungan terhadap kebutuhan hewan ternak berupa sapi dari daerah lain. (MAR & TW)

%d blogger menyukai ini: