Ulin (Kayu Besi), Jenis Pohon Dominan di kawasan Konservasi Sangkima, Taman Nasional Kutai, Kaltim

B2P2EHD (Samarinda, 5/1/2017)_Dari 53 jenis tanaman yang berjumlah 235 pohon pada plot penelitian yang dibuat dalam Kawasan Konservasi Sangkima Taman Nasional Kutai (TNK) Kalimantan Timur, ternyata Ulin (Eusideroxylon zwagery) (Kayu Besi) memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi dengan nilai 59,83% bila dibandingkan dengan jenis lainnya yang ada di kawasan tersebut yaitu jenis Meranti dan Macaranga.

“Ulin merupakan tanaman dominan yang ada di plot penelitian tersebut yang berarti pohon ulin adalah pohon yang paling banyak ada di kawasan konservasi Sangkima tersebut” kata Nilam Sari, S.Hut, Peneliti Muda Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD).

Nilam menambahkan, besarnya INP suatu jenis tanaman yang ditemukan dalam suatu ekosistem menunjukkan pentingnya kedudukan jenis tanaman ditempat jenis tersebut berada pada eksositemnya.

“Apabila dalam suatu ekosistem dalam suatu eksosistem terjadi gangguan terhadap tumbuhan yang memiliki INP tertinggi, gangguan tersebut akan berpengaruh terhadap komponen lain yang ada di ekossitem tersebut” tambah Nilam saat ditemui di ruang kerjanya, 5/1/2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Nilam dalam Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Volume 2 Nomor 2 Juli 2016 tersebut menggunakan Analisa Vegetasi terhadap hasil inventarisasi jenis pohon yang memiliki diameter lebih besar dari 10 cm di dalam plot pengamatan penelitian.

Sementara itu urutan kedua pohon yang mendominasi di Kawasan tersebut adalah jenis Meranti (Shorea leprosula), sedangkan jenis pohon yang memiliki INP terendah adalah jenis Macaranga gigantea.

Dalam penelitian tersebut dikemukakan bahwa sebaran pohon ulin merata berada di lereng, “Pohon ulin merupakan tanaman yang beradaptasi baik pada lahan miring atau tidak tergenang air, oleh karena itu sebarannya merata pada lahan yang ada di lereng kawasan Sangkima” seperti dikutip oleh Nilam dari Heyne (Buku Tumbuhan Berguna Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta)

Seperti diketahui, Ulin (Kayu Besi) adalah jenis pohon favorit untuk perdagangan lokal maupun import, saat ini ulin masuk dalam kategori rawan menurut redlist International Union for the Conservation of Nature Resources (IUCN) yang berarti jenis ini akan menghadapi resiko tinggi terhadp kepunahan dalam waktu dekat.

Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitiannya Nilam mengatakan pentingnya mengetahui informasi asosiasi jenis Ulin dengan jenis lain, “perlu diperhatikan bahwa jenis-jenis yang berasosiasi positif seperti meranti agar dapat dikembangkan seiring dengan pengembangan jenis Ulin, sehingga pengembangan jenis istimewa ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.” Tutup Nilam. #MSC

%d blogger menyukai ini: