Tengkawang kembali jadi Primadona di Pameran Kontak Tani Nelayan Andalan 2016 untuk mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan Rendah Emisi

img_9998B2P2EHD (Samarinda, 23/9/2016) _Tengkawang kembali menjadi primadona pada Pameran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun 2016 yang digelar di Gedung Samarinda Convention Hall, 23 – 26 September 2016. Hal ini terlihat dari antusiasnya pengunjung yang bertanya kepada pemandu pameran dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD), Andrian Fernandes, S.Hut.

Pemandu pameran yang akrab dipanggil Andre tersebut terlihat cekatan menjelaskan bentuk diversifikasi apa saja yang diperoleh dari tanaman Tengkawang. “Salah satu diversifikasi Tengkawang adalah Lemak Tengkawang yang dihasilkan dari biji Tengkawang yang dapat digunakan sebagai subtitusi minyak goreng dari tanaman kelapa sawit yang selama ini dikonsumsi oleh kebanyuakan masyarakat” jelas Andre yang juga menjabat sebagai peneliti di B2P2EHD.

“Selain membuat masakan menjadi lezat, penggunaan lemak tengkawang telah terbukti sehat, karena dalam lemak tengkawang terdapat kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL), hal ini akan menimbulkan efek antioksidan untuk mengurangi gejala penyempitan pembuluh darah arteri akibat endapan kolesterol dan zat lemak lainnya” tambah Andre.

Aplikasi lemak tengkawang pada pameran KTNA tahun 2016 ini adalah dengan menyajikan nasi goreng hitam tengkawang. Nasi goreng tersebut di goreng menggunakan lemak tengkawang sebagai pengganti minyak goreng dan diberi tambahan tinta cumi-cumi sebagai zat pewarna alami hitam pada nasi goreng tersebut.

Selain nasi goreng hitam tengkawang, B2P2EHD juga menampilkan produk diversifikasi tengkawang lainnya yaitu sabun tengkawang, lipstick tengkawang dan lotion tengkawang.

Produk selain tengkawang yang ditampilkan adalah Teh Irai, Minyak Keruing + Minyak Kayu Putih sebagai obat untuk anti inflamasi (anti bengkak)), Publikasi buku seri tengkawang dan brosur tengkawang.

Pameran KTNA tahun 2016 dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Fuad Asadin dengan memukul Gong dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta peluncuran 45 tahun KTNA Indonesia.

B2P2EHD pada Pameran KTNA tahun 2016 ini mengisi stand berukuran 6x6m yang disediakan oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain B2P2EHD turut berpartisipasi juga Unit Pelaksanan Teknis KLHK lainnya yaitu Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion Kalimantan, Sekolah Menengah Kehutanan Atas Samarinda dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Mahakam Berau. *MSC

%d blogger menyukai ini: