Sosialisasi HPP Barat Muara Kaeli dengan Masyarakat Sekitar Kawasan

B2P2EHD (Kutai Kertanegara, 12/1/2016)_Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) Barat Muara Kaeli kepada masyarakat sekitar kawasan di Kantor Desa Saliki, Kabupaten Kutai Kertanegara, 7/1/2016.

Ir. Nina Juliaty, MP, Kepala Bidang Data, Informasi dan Kerjasama (DIK) B2P2EHD yang menjadi pembicara didampingi Kepala Desa Saliki dalam kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan bahwa pengelolaan HPP Barat Muara Kaeli dengan luas kawasan sekitar 8850 Hektar saat ini berada di bawah Bidang DIK B2P2EHD selaku Satuan Kerja Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan didasari oleh Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK. 66/Menhut-II/2012 tanggal 3 Pebruari 2012.

Nina mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di HPP Barat Muara Kaeli dalam bentuk kerjasama diantaranya adalah kerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Timur (BLHD Prov. Kaltim) yang telah berhasil membangun Pusat Informasi Mangrove (PIM) di dalam kawasan HPP Barat Muara Kaeli.

“Tujuan dibangunnya PIM adalah untuk merehabilitasi dan memberikan informasi mangrove yang ada di Kawasan Delta Mahakam khususnya di sekitar HPP Barat Muara Kaeli. Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait bisa langsung mendatangi PIM” kata Nina.

Lebih lanjut Nina menambahkan selain kerjasama dengan BLHD Prov. Kaltim, kerjasama di HPP Barat Muara Kaeli juga dilakukan dengan VICO, PLN, serta tidak menutup kemungkinan nanti dengan warga masyarakat dengan pola kemitraan. “Pola kemitraan nantinya akan disusun menyesuaikan dengan peraturan dan perundangan yang berlaku” tambah Nina.

Rencana kedepan dari pengelolaan HPP Barat Muara Kaeli yang dikelola oleh B2P2EHD sejak tahun 2014 tersebut untuk menjadikan HPP Barat Muara Kaeli menjadi tujuan kegiatan pendidikan dan penelitian kehutanan bekerjasama dengan Balai Diklat Lingkungan Hidup Kehutanan (BDLHK) Samarinda. “Karena lokasinya yang mudah diakses, kami akan bekerjasama dengan BDLHK Samarinda untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan disana” ujar Nina

Selain itu Nina juga mengutarakan rencana pengelolaan lainnya yaitu akan melakukan inventarisasi tapal batas luar kawasan HPP Barat Muara Kaeli yang dulu pernah dilakukan pada tahun 2000 oleh Kementerian Kehutanan. “Dalam inventarisasi tapal batas tersebut kami akan melibatkan Instansi Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IV Samarinda serta pihak lain yang terkait” kata Nina.

Nina berharap sosialisasi kawasan HPP Barat Muara Kaeli yang dihadiri oleh perangkat dan masyarakat Desa Saliki ini, masyarakat serta seluruh aspek terkait di kawasan dapat mengetahui keberadaan kawasan dan turut serta dalam menjaga keamanan kawasan.

Sosialisasi HPP Barat Muara Kaeli dengan masyarakat tersebut juga diisi dengan presentasi hasil penelitian dari peneliti senior B2P2EHD, Dr. Tien Wahyuni yang menyampaikan hasil riset  sosial ekonomi di sekitar kawasan HPP Barat Muara Kaeli.

Sebagai informasi, Lokasi HPP Barat Muara Kaeli berada di Kecamatan Anggana dan Kecamatan Muara Badak, Kab. Kutai Kertanegara dengan luas kawasan 8850,70 Hektar. Berada di dalam kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam. HPP Barat Muara Kaeli merupakan kawasan dengan vegetasi dominan tanaman mangrove dan hutan merangas. **MSC

%d blogger menyukai ini: