Seminar dan Workshop Hasil-hasil Penelitian B2P2EHD tahun 2017 (Mengoptimalkan Peranan BLI dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat)

B2P2EHD (Samarinda, 23/5/2017)_Dalam rangka menyediakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dibutuhkan bagi pembangunan hutan yang berkelanjutan terutama di bidang Ekosistem Hutan Dipterokarpa, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) mengadakan Seminar dan Workshop Hasil-hasil Penelitian tahun 2017 dengan tema Optimalisasi Peran Litbang dan Inovasi dalam mendukung  Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Dalam dan Sekitar Hutan, Senin, 22/5, di Gedung Pertemuan Dipta Grha B2P2EHD Samarinda.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”14″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_slideshow” gallery_width=”400″ align=”left” gallery_height=”300″ cycle_effect=”fade” cycle_interval=”2″ show_thumbnail_link=”0″ thumbnail_link_text=”[Show thumbnails]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]Menurut Kepala B2P2EHD, Ir. Ahmad Saerozi, Seminar dan Workshop ini merupakan bentuk dukungan dari salah satu Nawacita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yaitu membangun masyarakat dari pinggiran.

Ahmad Saeorzi mengatakan dalam laporannya, “Tujuan akhir dari penyediaan IPTEK ini adalah tercapainya peningkatan ekonomi masyarakat baik yang berada di dalam maupun di sekitar hutan dengan tetap menjaga kelangsungan hutan, khususnya ekosistem hutan dipterokarpa”.

Seminar dan Workshop ini akan dibagi menjadi 3 (tiga) sub tema yaitu:

  1. Kemitraan, membahas upaya penanganan konflik pengelolaan hutan melalui konsep kemitraan kehutanan.
  2. Bina Usaha, membicarakan bagaimana mengoptimalkan teknologi dan inovasi dalam rangka peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat serta,
  3. Peningkatan kualitas lingkungan, berisi upaya-upaya konservasi dalam meningkatkan kualitas lingkungan khususnya ekosistem hutan dipterokarpa.

Masih dalam laporannya, Ahmad Saerozi memaparkan bahwa hasil-hasil penelitian yang ditampilkan pada seminar dan workshop ini menyangkut ke tiga aspek sub tema tersebut.

“dari ke tiga sub tema tersebut semoga nanti dapat dirangkum informasi yang berasal dari masukan nara sumber, pengguna dan juga Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KKPH)” kata Ir. Ahmad Saerozi.

Ahmad Saerozi mengharapkan informasi tersebut kedepannya akan memenuhi kebutuhan terkait penelitian yang akan dilaksanakan kedepannya sehingga kegiatan penelitian tersebut dapat 100% membackup KKPH serta Eselon 1 yang ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pengentasan Kemiskinan

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ir. H. Wahyu Widhi Heranata, MP mengatakan ada benang merah dari Nawacita membangun masyarakat dari pinggiran yang dapat ditarik dari kegiatan ini terkait program prioritas Pemerintah Provinsi Latim yaitu program pengentasan kemiskinan.

Menurut Wahyu Widhi Heranata, selama ini ada jarak atau gap antara masyarakat dan manajeman yang melakukan pengelolaan hutan. Gap ini bisa diminimalisir dengan menggunakan salah satu alat/tools diantaranya adalah Perhutanan Sosial.

“Era kepemimpinan bapak Joko Widodo ini terjadi kemajuan yang pesat dimana masyarakat di sekitar hutan tidak lagi menjadi penonton, tetapi sesuai dengan peraturan terbaru tentang IUPHHK, masyarakat dapat turut serta mengelola hutan” tambah Wahyu Widhi Heranata.

Wahyu Widhi Heranata mengatakan ada sekitar 660 ribu Hektar kawasan hutan di Kalimantan Timur yang dapat dikelola oleh masyarakat, sampai dengan saat ini sudah 38 ribu hektar yang fix di kelola oleh masyarakat dalam bentuk hutan desa. Sedangkan yang sedang dalam proses berjumlah 40 ribu hektar.

“dengan diberikannya keleluasan mengelola hutan secara lestari kepada masyarakat, hal ini akan membuat perekenomian menjadi menggeliat sebagai perwujudan nawacita presiden Jok Widodo tersebut” kata Wahyu Widhi Heranata.

Wahyu Widhi Heranata juga memberikan apresiasinya kepada Kepala B2P2EHD yang telah berhasil menrepakan hasil-hasil penelitian B2P2EHD di Kaltim.

Pembukaan Seminar dan Workshop dan Arahan dari Ditjen PHPL

Seminar dan Workshop Hasil-hasil Penelitian B2P2EHD tahun 2017 ini secara resmi di buka oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan dan Produksi Lestari (Ditjen PHPL) yang diwakili oleh Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu, Ir. Djohan Utama Perbatasai, MM.

Menurut Djohan Utama Perbatasari, ide Presiden Joko Widodo membangun masyarakat dari pinggir adalah dengan menjadikan KKPH sebagai ujung tombak keberhasilan pengelolaan hutan. KKPH merupakan hal penting atas keberhasilan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“KKPH memiliki kewenangan penuh pengelolaan hutan di tingkat tapak, sehingga berhasil atau tidaknya pengelolaan hutan sekarang secara tidak langsung dapat dikatakan tergantung dari KKPH tersebut” tambah Djohan Utama Perbatasari.

Selanjutnya Djohan Utama Perbatasari menginformasikan tentang tugas Ditjen PHPL yaitu memastikan bagaimana Hutan Produksi dikelola secara berkelanjutan/suistanable agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Serta bagaimana mewujudkan peningkatan ekonomi, ekologi dan sosial sebagai pilar utama agar tetap bersinergi dan berkelanjutan.

Dari kegiatan seminar dan workshop hasil-hasil penelitian B2P2EHD tahun 2017 ini, Djohan Utama Perbatasari berharap dapat terjalin sinergitas antara Litbang dan Inovasi dengan KKPH yang ada di Kaltim agar tercapai apa yang menjadi tujuan akhirnya yaitu penyediaan IPTEK demi tercapainya peningkatan ekonomi masyarakat lingkup ekosistem hutan dipterokarpa.

Setelah membuka dan meyampaikan arahan, Seminar dilanjutkan dengan pemberian cinderamata berupa plakat dari B2P2EHD kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim dan Ditjen PHPL.

Seminar dan Workshop Hasil-hasil Penelitian B2P2EHD tahun 2017 diikuti sebanyak 250 orang peserta terdiri dari Unit Pelaksana Teknsi Badan Litbang dan Inovasi, Unit Pelaksana Teknis Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Provinsi Kaltim, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, KPH lingkup Provinsi Kaltim, Instansi Litbang lingkup Provinsi Kaltim, Perguruan Tinggi, Mitra Kerjasama B2P2EHD, Masyarakat di dalam dan kawasan KHDTK yang di kelola oleh B2P2EHD, Instansi Pendidikan Tingkat Menengah serta Pegawai B2P2EHD.

Selain seminar dan workshop, kegiatan ini juga di isi dengan beberapa kegiatan lainnya yaitu Launching Widyawisata Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilaksanakan di Arboretum Sempaja dan Persemaian B2P2EHD, Demonstrasi penggunaan QR Codes Tanaman di Arboretum Sempaja dan Pameran dan Diseminasi. Untuk peserta yang ingin mengabadikan kegiatan ini disediakan Selfie Corner dengan berlatarbelakang jalan masuk menuju Arboretum Sempaja. **MSC

 

Dokumentasi: M. Sahri Chair, A. Rojikin dan Fauzan Auly

 

%d blogger menyukai ini: