Restorasi suatu keharusan untuk pengelolaan SDA yang lebih baik….

B2P2EHD (Tanjung Redep, 05/10/2017)_Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa Samarinda (B2P2EHD) dan PT. Nusantara Berau Coal (NBC) menandatangani Perjanjian Kerjasama Penelitian di Tanjung Redep, Samarinda, Kamis (05/10). Hal ini merupakan bentuk dukungan riset yang diberikan B2P2EHD kepada PT. NBC terkait restorasi lahan pasca tambang batubara.

Muljono, selaku Kepala Teknik Tambang menyampaikan ucapan terima kasih karena diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan B2P2EHD. NBC akan bekerja sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.

“Dukungan riset sangat kami butuhkan untuk kegiatan restorasi dan rehabilitasi di areal kami. Sekali lagi terima kasih kepada B2P2EHD samarinda,” kata Muljono.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala dan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Manajemen PT. Nusantara Berau Coal, Manajemen PT. Berau Coal, Pimpinan Pusat Perlindungan Orangutan (COP) dan jajaran B2P2EHD Samarinda.

Sementara itu, Ahmad Saerozi, Kepala B2P2EHD menyampaikan bahwa proses menuju kerjasama ini sangat panjang, dimulai tahun 2013 dan baru saat ini baru bisa terlaksana.

“Kami siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat dalam hal ini PT. NBC dan tidak menutup kemungkinan ke Berau Coal dan pelaku tambang lainnya. Peneliti kita akan sekuat tenaga mencurahkan pikiran dan energi untuk kegiatan ini. Berikan yang terbaik kepada user,” kata Ahmad Saerozi.

Dalam arahannya, Kepala BLI, Dr. Henry Bastaman menyampaikan bahwa setelah berpuluh tahun kita berpesta dengan sumber daya alam, kini secara politik pemerintah membuat restorasi kata kunci. Bukan untuk mempersulit tetapi kelestarian sumberdaya alam itu harus bisa diterapkan, maka restorasi itu menjadi penting. Salah satunya pemerintah membuat Badan Restorasi Gambut dengan target merestorasi gambut.

“Best practice yang seharusnya dilakukan belum dilakukan. Termasuk juga di sektor tambang. Publikasi KPK, tambang menjadi penting. 3 tahun pemerintahan Pak Jokowi ada 700 ijin tambang yang ditertibkan, 3, 5 juta ha,” kata Henry.

Menurut henry, memang sudah semestinya NBC bergandengan tangan dengan BLI melalui B2P2EHD yg punya ekpertis. “Kerjasama ini bukan satu-satunya, di Kalsel, Kaltim, Sumatera kita ingin mempelajari bagaimana yang visible, limiah sehingga restorasi bisa jalan,” kata Henry.

Sebagaimana pengalaman di AS, harus realistis, rona awal mustahil dikembalikan, tetapi mendekati rona awal perlu diusahakan. Reintroduksi harus diupayakan untuk mempercepat suksesi alam.

Lebih lanjut Henry mengatakan, konteks restorasi jauh lebih dibutuhkan dari revegetasi, peneliti harus paham itu. Bukan sesuatu yag sulit dan cost tinggi asal ketelitian tinggi dan inherent dan bersamaan dengan ekploitasi EDSM untuk tambang berwasawasan lingkungan.

”Kami siap, ekpertisnya ada, ini tugas kita, untuk mencari solusi bersama, pemerintah harus memberikan regulator untuk pelaku. Semoga tidak berakhir sampai sini, semoga membawa solusi ke depannya. Peneliti jangan setengah-setengah karena ini jawaban masa depan untuk pengelolaan SDA yang lebih baik,” kata Henry senada dengan Kepala B2P2EHD.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan malam serta foto bersama bersama kepala Badan Litbang dan inovasi, para mitra dan peneliti lingkup B2P2EHD.***KHA

%d blogger menyukai ini: