Rencana Pembangunan Plot Silvofarmaka di KPHP Berau Barat

Samarinda (B2P2EHD, 3/10/2017)_Menurut Andrian Fernandes,  Peneliti B2P2EHD dan juga sebagai Narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan  pada tanggal 9 Agustus 2017 bertempat di Kantor Resort Pengelolaan Hutan

 (RPH) Kelay, menyebutkan bahwa lokasi Wisata Alam, Kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan Memiliki Potensi Tumbuhaan Obat, seperti Pasak Bumi, Selung Bilung, Mangar, Jamur Lingzhi (Ganoderma), dan berbagai tumbuhan obat lainnya. Tumbuhan obat tersebut dapat diolah menjadi produk obat tradisional skala industri rumah tangga.

Pembangunan Plot Silvofarmaka di KPHP Berau Barat yang akan dikembangkan, dengan harapan  masyarakat sekitar hutan dapat mengambil manfaat dari hasil hutan bukan kayu berupa tumbuhan obat sebagai tambahan pendapatan, disisi lain masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan pada lokasi Plot Silvofarmaka yang diterapkan.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ”Penguatan Legitimasi Keberadaan KPHP dengan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan” yang dilaksanakan bertempat di Kantor Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Kelay, yang diikuti oleh BPHP Wil XI, KHPH Berau Barat, B2P2EHD, LSM seperti OWT dan COP, Berau Coal, Ahli tumbuhan obat lokal Bpk. Sinung Pratiwo dan masyarakat setempat.

Setelah acara FGD (Penguatan Legitimasi Keberadaan KPHP dengan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan) dilanjutkan dengan peninjauan pondok kerja di lokasi Wisata Alam Kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan. Di Kawasan ini sangat sesuai untuk Pengelolaan Ekowisata didalam kawasan tersebut terdapat Pohon Dipterokarpa, Sungai dan Air Terjun, Orang Utan, dan lain sebagainya

Pada tanggal 10 Agustus 2017 dilakukan peninjauan  Lokasi  Rencana Pengembangan Plot Silvofarmaka, dan dilanjutkan ke Desa Wisata Adat Merasa dan Kantor KPHP Berau Barat. Desa Merasa  lokasi pertama adalah pulau pra pelepas liaran orang Hutan yang dikelola COP (Center of  Utan Potection) dan dilanjutkan dengan acara Wisata menyusuri Sungai dengan tebing kars dan makam adat yang berada di dalam tebing kars./HRA

 

%d blogger menyukai ini: