Rembuk Nasional Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Samarinda (B2P2EHD, 18/10/2017)_Menurut Kepala Bidang DIK B2P2EHD,   sebagai peserta Rembuk Nasional Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diselenggaran oleh Universitas Mulawarman Samarinda  bertempat di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan UNMUL yang dihadiri oleh kurang lebih 70 Institusi baik dari kalangan Pemerintah, Swasta, LSM, Perguruan Tinggi dengan jumlah  peserta yang hadir kurang lebih 200 orang.  Unmul terpilih menjadi panitia rembuk nasional, bidang Rembuk 8 Lingkungan Hidup dan Kehutanan  bersama dengan 16 Perguruan Tinggi lainnya yang menyelenggaran Rembuk Nasional  dengan tema yang berbeda,   yang dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2017.

Tujuan diadakan Rembuk Nasional dengan tema “ Memperjuangkan Masa Depan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yang Lebih Baik  “  adalah untuk memberikan masukan kepada Pemerintahan Joko Widodo-JK  hal-hal yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta permasalahnnya dan juga sebagai evaluasi kinerja Pemerintahan Joko Widodo-JK  dalam kurun waktu 2 – 3 tahun, pemerintah ingin mendapatkan masukan tentang Lingkungan Hidup dan Kehutanan  yang bersifat objektif, jujur dan tidak ABS sehingga nanti nya kebijakan Pemerintah di bidang lingkungan hdup dan kehutanan sesuai dengan arah yang telah ditetapkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat sekitar hutan  menurut Prof. Dr. H. Mustofa Agung Sarjono, selaku Ketua Panitia.

Dalam Rembuk Nasional  dibahas pula berbagai issue seperti :

  • Pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan lestari didalamnya meliputi issue perhutanan sosial yang isinya antara lain:
  • Program perhutanan sosial telah memberikan harapan pada masyarakat sekitar hutan untuk hidup dengan layak dan sejahtera dan tidak dianggap sebagai perambah hutan lagi tetap sebagai mitra pemerintah
  • Program ini harus dilanjutkan kedepannya dan dapat menjadi program prioritas di pemerintahan yang akan datang
  • Mengingat strategisnya program ini maka pelaksanaannya harus fokus dan berlanjutan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air
  • Penyelesaan tumpang tindih pemanfaatan kawasan hutan harus segera dituntaskan termasuk program TORA yang stagnan
  • Revitalisasi bisnis kehutanan yang isinya antara lain :
  • Melakukan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan efektifitas sumber daya manusia yang bergerak di sektor kehutanan dengan standar internasional (ekspor)
  • Bisnis kehutanan tidak berorientasi pada komoditas kayu saja tetapi saat ini pada Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pemanfaatan plasma nutfah dari hutan dan bisnis karbon (carbon trade) dan bisnis jasa lingkungan
  • Issue Konservasi Kenakaragaman Hayati terdiri dari :
  • Penyelamatan kawasan konservasi beserta TSL nya menjadi fokus bahasan yang harus segera dilaporkan ke Presden
  • Tidak ada lagi upaya upaya yang akan berakibat lepasnya kawasan konservasi
  • Pengendalian Iklim dan Ekosistemnya yang isinya antara lain :
  • Pengendalian iklim lebih membahas keseriusan negara dalam menjamin kerjasama dengan mitra dalam mewujudkan Perjanjian Paris secepatnya dan nyata di lapangan
  • Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan masih harus ditingkatkan agar Pusat tidak terus menerus mengurusi hal ini, tapi daerah bisa mengambil peran yang lebih besar dengan pendanaan yang memadai.
  • Bisnis kehutanan tidak berorientasi pada komoditas kayu saja tetapi saat ini pada Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pemanfaatan plasma nutfah dari hutan dan bisnis karbon (carbon trade) dan bisnis jasa lingkungan

Menurut Prof. Dr. H. Masjaya, M.Sc selaku Rektor UNMUL, mengatakan  dalam Pemerintahan Joko Widodo- JK  banyak yang sudah dilakukan di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun masih ada juga yang perlu diperbaiki oleh pemerintah di bidang LHK, seperti pembangunan yang terkadang menimbulkan kerusakan sumber daya alam yang mengakibatkan dapat menurunkan kualitas lingkungan hidup, kurang responya terhadap Perubahan Iklim, masih adanya ancaman terhadap ekosistem dan Keanekaragaman Hayati dll. Lebih lanjut Masjaya mengatakan dengan hadirnya kurang lebih 200 orang pemangku kepentingan dari bidang Ligkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat menelorkan edia, gagasan dan terobosan baru yang nantinya dapat digunakan oleh Pemerintah untuk mengentaskan semua permasalahan di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir Pemerintahan Joko Widodo  – Yusuf Kalla.

Hasil Rembuk Nasional Daerah ini akan dikompilasi dan disampaikan kepada Presiden pada acara Puncak Rembuk Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta. Dan sekaligus mengkritisi janji politik yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kemudian memberi masukan pada Presiden sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja dalam pencapaian tujuan.

Dalam Rembuk Nasional yang diselenggarakan oleh UNMUL  dihadiri pula oleh Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa  Bpk. Ir. Ahmad Saerozi beserta Kepala Bidang DIK Bpk. Ir. Eded Suryadi, MM dan acara dipandu  oleh Bpk. Dr. Ir. Haryadi Himawan, MBA/HRA

%d blogger menyukai ini: