Focus Group Discussion (FGD) Reklamasi Bentuk Lain “Agrosilvopastura” Pada Lahan Pascatambang Batubara

Balai Besar Pengujian Standar Instumen Lingkungan Hidup (B2PSILH) dan PT Alhasanie mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Reklamasi Bentuk Lain “Agrosilvopastura” Pada Lahan Pascatambang Batubara (11/01/2022) di Ruang Dipta Graha B2PSILH Samarinda. Kegiatan FGD dihadiri oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov Kaltim, Dinas Lingkungan Hidup Prov Kaltim, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Kaltim, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov Kaltim, Dinas Pariwisata Prov Kaltim, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov Kaltim, Manajemen PT Alhasanie dan PT EMAS, serta Tokoh Masyarakat.

Reklamasi lahan pasca tambang merupakan kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Tambang yang Baik menyediakan pilihan reklamasi bentuk lain. Bentuk lain reklamasi dapat berupa area pemukiman, pariwisata, sumber air dan budidaya.

PT Alhasanie Bersama Tim dari B2PSILH Samarinda menyusun dokumen teknis tentang reklamasi bentuk lain “agrosilvopastura”.

Plt Kepala Balai Besar B2PSILH, Ir. Eded Suryadi, MM, menyebutkan bahwa reklamasi yang biasa dilakukan adalah berupa revegetasi atau penanaman pohon semata. Namun, ada reklamasi bentuk lain dalam pengolahan lahan pascatambang batubara yang memadukan unsur pertanian, kehutanan, dan peternakan di dalamnya disebut juga agrosilvopastura.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Alhasanie, Irwan Topansari ST,  menyebutkan bahwa tujuan reklamasi bentuk lain berupa agrosilvopastura diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan nilai ekonomi pascatambang sesuai dengan fungsi lingkungan dan sosial.

Kegiatan FGD diawali dengan paparan singkat yang disampaikan oleh Ketua Tim Kajian Teknis Dr. Asef Kurniyawan H, S.Hut, M.Sc tentang arahan kajian teknis dalam kegiatan FGD untuk menjawab visi agrosilvopastura yakni reklamasi bentuk agrosilvopastura dalam upaya pengelolaan kualitas lingkungan serta peningktan nilai pemanfaatan lahan dalam penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan pangan. FGD juga merupakan salah satu tahapan dalam kajian kelembagaan dengan tujuan memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT), menyusun strategi dan kegiatan, memetakan stakeholder pendukung maupun penghambat dan merumuskan rekomendasi strategi dan kegiatan untuk pencapaian goal reklamasi bentuk lain agrosilvopastura.

Peserta FDG sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang dipandu oleh narasumber (Suryanto, S.Hut, M.Si) dan fasilitator (Rina Wahyu Cahyani, S.Si). Harapan kedepannya dari kegiatan ini adalah dapat terlaksana dan tersusunnya kajian teknis reklamasi bentuk lain “agrosilvopastura” dan selanjutnya dapat diaplikasikan oleh PT Alhasanie dalam pengelolaan lahan pascatambangnya dan dapat menjadi role model untuk perusahaan batubara lainnya untuk melakukan kegiatan reklamasi bentuk lain yang serupa.