Trek Henry Bastaman di Arboretum Sempaja : Trek Sehat dengan jamuan informasi dari Teknologi QR Code

B2P2EHD (Samarinda, 30/3/2017)_Arboretum Sempaja yang baru saja diresmikan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Henry Bastaman, M.ES, ternyata memiliki 10 (Sepuluh) Trek yang menjadi penghubung antara zona satu dengan zona yang lainnya, mulai dari zona percontohan gaharu, sampai dengan zona tanaman herbal.

Salah satu trek tersebut kini telah diresmikan dan disematkan nama Henry Bastaman didalamnya. Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD), Ir. Ahmad Saerozi yang memberikan nama Trek tersebut menyatakan sebagai bentuk penghargaan kepada Kepala BLI atas dukungan, bimbingan dan apresiasinya kepada B2P2EHD selama lebih dari 1 (satu) tahun ini. “Trek ini kami berikan karena Bapak (Kepala BLI) sudah menjabat selama satu tahun dan banyak sekali dukungan dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami” ujar Saerozi.

Setelah meresmikan Trek Henry Bastaman, Kepala BLI juga melakukan penanaman pohon di areal Trek tersebut. Jenis tanaman yang di tanam oleh Kepala BLI adalah pohon Tengkawang dengan jenis Shorea mecistopteryx Ridl yang saat ini menjadi objek penelitian Unggulan di B2PEHD. 

Selain Kepala BLI, tim Sekretarait BLI juga melakukan penanaman dengan jenis pohon berikut : Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si : Shorea beccariana Burck, Wiwi Nurhayati, SP : Agathis borneensis Warb, Drs. Riharto, M.M : Shorea compressa Burck, Bayu Surbekti, S.IP, M.Hum : Shorea stenoptera Burck, Nedi Ramdani, B.Cek, S.IP : Dryobalanops lanceolata Burck, Undang Rahmat Fauzi, S.TP : Shorea seminis (de Vriese) Sloot.

Menurut Agung Suprianto, Pengelola Arboretum, Trek ini telah dibangun sejak tahun 2015 dan merupakan salah satu unggulan dari Arboretum Sempaja. “Trek Henry Bastaman menghubungkan antara Persemaian B2P2EHD dengan Taman Herbal di Arboretum dengan melintasi Zona Tanaman Herbal.” Tambah Agung

Lebih lanjut Agung mengatakan, pada Zona Tanaman Herbal tersebut terdapat koleksi berbagai jenis tanaman berkhasiat obat antara lain Pasak Bumi yang sudah mulai berbuah.

Secara teknis, Trek Henry Bastaman memiliki panjang lintasan 62 meter dan pada lintasan treknya di rancang menggunakan batu kerikil sehingga dapat berfungsi sebagai terapi akupuntur. Dengan berjalan di trek tersebut tanpa alas kaki, akan memicu pijatan refleksi pada syaraf syaraf sehingga dapat melancarkan sirkulasi serta peredaran darah.

Dengan intensitas yang teratur, terapi seperti ini akan memperlancar aliran darah yang tersumbat sehingga fungsi ginjal akan menjadi optimal.Selain itu penggunaan kerikil juga membuat trek lebih aman untuk dilalui karena salah satu kendala perawatan trek jalan di arboretum adalah kondisilembab yang membuat jalur trek licin karena tumbuhnya lumut.

Yang unik pada peresmian Trek Henry Bastaman dan penanaman kali ini adalah plang nama yang terdapat pada pohon sudah menggunakan teknologi Barcode QR Code. QR Code pada plang nama tersebut dapat di akses menggunakan Aplikasi Barcode Scanner pada Smartphone dan akan langsung terkoneksi ke E-Journal FORDA dan terhubung ke publikasi riset yang pernah dilakukan untuk jenis tersebut.

Agung mengatakan “Dengan melakukan scanning barcode untuk mengetahui jenis pohon tersebut, otomatis akan semakin banyaknya akses ke Website Portal Publikasi FORDA tentunya akan semakin menaikkan traffic sehingga dapat mendongkrak ranking Webomatrics FORDA pada skala internasional.”

Lebih lanjut Agung menginformasikan kalau penggunaan QR Code tersebut telah dipaparkan olehnya pada Lokakarya Nasional Teknisi Litkayasa di Mataram tahun 2016. *MSC

%d blogger menyukai ini: