Pengembangan Lemak Tengkawang sebagai Bahan Dasar dalam Industri Kosmetik

IMG-20160826-WA0018B2P2EHD (Samarinda, 29/8/2016) Lemak Tengkawang yang selama ini diteliti oleh para peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Eksositem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) ternyata tidak hanya berfungsi sebagai pengganti margarin, minyak goreng ataupun bahan penambah dalam produk makanan lainnya. Tapi seiring dengan berkembangnya penelitian tentang lemak tengkawang yang mempunyai kemiripan karakteristik dengan lemak coklat, maka dalam penggunaan secara luas, lemak tengkawang diarahkan untuk berkontribusi dalam dunia kosmetik dan farmasi.

Salah satu kegiatan penelitian dan pengembangan ke arah industri kosmetik adalah pada saat pembuatan Karya Tulis Ilmiah oleh Para Mahasiswa Akademi Farmasi Samarinda yang mengangkat tema: “Perbandingan Konsentrat Lemak Biji Tengkawang dan Lemak Coklat sebagai Basis Lotion” dan “Sifat Fisik Lipstick Berbahan Dasar Lemak Tengkawang”.

“Pada penelitian yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Akademi Farmasi Samarinda tersebut ternyata ditemukan bahwa lemak tengkawang dapat dijadikan pengganti lemak coklat yang selama ini dijadikan salah satu bahan dasar untuk pembuatan lipstick dan lotion.” Kata Dr. Rizki Maharani, Peneliti B2P2EHD, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 26/8.

Dr. Rizki sebagai salah seorang Pembimbing sekaligus penyedia materi dalam kegiatan penelitian tersebut, menambahkan bahwa dukungan yang diberikan ini merupakan bentuk pengembangan dari hasil-hasil penelitian dari pohon penghasil lemak tengkawang yang telah dilakukan secara terintegrasi melalui Program Kerjasama Luar Negeri antara International Tropical Timber Organization (ITTO PD 586/10 Rev.1 (F)) dengan B2P2EHD Samarinda.

“Sekarang tidak hanya pengembangan dan pelestarian secara budidaya, akan tetapi pengembangan pengelolaan pohon penghasil tengkawang lebih lanjut diperlukan untuk mendukung berbagai produk turunannya dalam skala industri, dimana selain industri Makanan, juga industri Kosmetik dan Farmasi” Tambah Dr. Rizki.

Dr Rizki menegaskan walaupun kerjasama luar negeri dimaksud telah berakhir, akan tetapi dukungan dari B2P2EHD akan terus berlanjut sebagai inisiator awal program pengembangan lemak tengkawang. Lebih lanjut, sebagai fasilitator, kegiatan diarahkan untuk memberikan bimbingan dan pembinaan dalam rangka membantu para mahasiswa menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah sebagai syarat pencapaian kelulusan, salah satunya adalah Mahasiswa dari Akademi Farmasi Samarinda.

“Tidak hanya Akademi Farmasi yang mendapatkan dukungan dan bimbingan tentang tengkawang, tetapi juga adik-adik di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Samarinda telah diperkenalkan untuk membuat Karya Ilmiah Remaja tentang Pembuatan Teh Kesehatan dari Daun Tengkawang” sambung Dr. Rizki menutup pembicaraan. **MSC&RM

%d blogger menyukai ini: