Pembangunan sumber benih jenis Shorea leprosula antara B2P2EHD dan BPDAS Barito

img_4742B2P2EHD (Samarinda, 03/10/2016) Kerjasama pembangunan sumber benih jenis Shorea leprosula telah dimulai pada tahun 2015. Pada awalnya, kerjasama pembangunan sumber benih dilakukan antara B2P2EHD dengan BPTH Kalimantan.

Pindahnya pengelolaan perbenihan tanaman hutan ke Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDAS-HL Barito) dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Kelimantan (BPTH Kalimantan) membuat Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) harus me-rearrangement kerjasama pembuatan sumber benih yang dulu dilaksanakan antara B2P2EHD dengan BPTH Kalimantan ke BPDAS-HL Barito.

Kelas sumber benih yang ingin dicapai yaitu Kebun Benih Klon (KBK) dan Kebun Pangkas (KP). “Untuk mencapai kedua hal tersebut perlu diiringi dengan kegiatan pemuliaan. Pada rangkaian ini dilakukan penelitian untuk menentukan klon yang unggul” Kata Deddy Dwi Nur Cahyono, S.Hut, Peneliti B2P2EHD saat ditemui diruang kerjanya, Jumat, 23/9.

Deddy menjelaskan kegiatan tersebut diawali dengan eksplorasi materi genetik di enam populasi yaitu : Carita Banten, Kenangan Kaltim, Gunung Lumut Kaltim, Gunung Bunga Kalbar, Sungai Runtin Kalbar dan SBK Kalteng. Setelah eskplorasi maka kegiatan dilanjutkan dengan pembibitan diiringi seleksi berdasarkan pertumbuhan. Bibit terbaik dari 6 populasi lalu dibangun kebun pangkasan di persemaian.

“Hasil dari persemaian selanjutnya dilakukan uji DNA di Yogyakarta untuk mengetahui bibit yang unggul. Setelah didapatkan bibit unggul dari uji DNA selanjutnya dilakukan perbanyakan dengan stek pucuk. Bibit hasil perbanyakan kemudian dilakukan penanaman sebagai uji klon” tambah Deddy.

Uji klon tersebut telah dilaksanakan di dua lokasi yaitu Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan dan KHDTK Riam Kiwa. Hasil pengamatan di KHDTK Riam Kiwa pada usia tanaman 9 bulan menunjukkan tinggi maksimal mampu mencapai 183 cm. Pertumbuhan tiga klon teratas yaitu dari Sungai Runtin, Carita dan Gunung Bunga.

Di akhir wawancara, Deddy mengharapkan kerjasama antara B2P2EHD dan BPDAS-Barito untuk pelaksanaan pembangunan sumber benih tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat *MSC

%d blogger menyukai ini: