Pelatihan Training of Trainer Pengukuran Karbon Partisipatif

 B2P2EHD (Samarinda, 21/9/2018) Sejak tahun 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memilih Provinsi Kalimantan Timur untuk menerapkan Program Yurisdiksi guna mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD++) dari FCPF Carbon Fund yang dikelola Bank Dunia. Penilaiannya melalui mekanisme MRV (Measurement, Reporting dan Verification) dimana efektifitas dan efisinsi biaya pengurangan emisi akan terukur secara kuantitatif dan pembagian manfaat akan terlaksana secara adil. Dalam kegiatan MRV juga mengikutsertakan masyarakat desa, khususnya bagi desa-desa yang telah memperoleh izin Hutan Desa dari KLHK di Kabupaten Kutai Barat. 

  Pelatihan Training of Trainer – Pengukuran Karbon Partisipatif diadakan  di Linggang Melapeh, Kabupaten Kutai Barat yang dimulai sejak tanggal 11 hingga 15 September 2018 atau setara dengan 51 JPL Efektif @45 menit. Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga KPH dan aparat desa yang memahami REDD++ dan mengetahui metode inventarisasi karbon; menyiapkan tenaga pelatih dan pengukur di tingkat desa yang memahami REDD++ dan kegiatan MRV, khususnya inventarisasi karbon, pemetaan batas dan pembuatan PSP; mempercepat proses pemberdayaan dan pengikutsertaan masyarakat dalam kegiatan KPH dan Perhutanan Sosial yang sedang berjakan serta mensosialisasikan Program Penurunan Emisi sampai tingkat desa.  

Peserta pelatihan ini sebanyak 33 orang yang terdiri dari perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung; Perwakilan dari KPH Lingkup Kutai Barat, Perwakilan Lembaga Pengurus Hutan Desa beserta aparat desa dari Kampung Sembuan, Kampung Besiq, Kampung Penarung, Kampung Bermai dan Kampung Linggang Melapeh. 

Pelaksana kegiatan ini adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) yang bekerja sama dengan Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Provinsi Kalimantan Timur. Pengajar/Instruktur pada pelatihan ini berasal dari DDPI Provinsi Kalimantan Timur, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa Samarinda (B2P2EHD) dan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia. (RFN / AS). 

%d blogger menyukai ini: