MARJAN HUTAN KALIMANTAN Bagian 2 Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) Alternatif Penghasilan HHBK Pohon Gaharu

B2P2EHD (Samarinda, 28/08/2018) Selama ini telah dikenal bahwa pohon Gaharu agar bisa memberikan hasil harus diinokulasi. Hasil kayu Gaharu dengan kualitas tinggi memelukan waktu yang lama. Salah satu alternatif pemanfaatan HHBK Gaharu yang dapat dilakukan dengan cara yang relatif cepat adalah menggunakan daun Gaharu untuk dibuat menjadi produk turunannya, seperti bentuk teh celup daun Gaharu.

Andrian menyebutkan bahwa hasil uji ekstrak daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) mengandung komponen terbesar alkaloid. Ekstrak daun Gaharu juga mengandung d-glucitol, senyawa gula yang berpotensi sebagai terapi komplementer diabetes dan obesitas.
Rizki memberikan keterangan tambahan bahwa daun Gaharu memiliki sifat antioksidan yang tinggi. Penambahan ekstrak daun Gaharu ke dalam jus Apel dapat menunda perubahan warna jus Apel menjadi coklat hingga 18 menit.
Sebagai aplikasi, daun Gaharu dapat dijadikan sebagai bahan baku teh celup. Pembuatan teh celup daun Gaharu dapat menggunakan bibit di persemaian ataupun pohon yang sudah besar. Daun Gaharu juga dapat diperoleh dari pohon yang diinokulasi maupun yang tidak diinokulasi. Oleh karena itu daun Gaharu dapat digolongkan dalam Marjan (bahan berharga) yang berasal dari hutan Kalimantan.
Keterangan lebih lengkap dapat diakses pada International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Vol. 8. No. 10. Hal. 1576-1582. (AF&RIZMA)

%d blogger menyukai ini: