“Lemak Tengkawang sebagai Substitusi Lemak Coklat dalam Pembuatan Obat Solid ‘Suppositoria’ (Obat Penurun Panas)”.

IMG-20160826-WA0019B2P2EHD (Samarinda, 29/8/2016) “Salah satu bentuk pengembangan lemak tengkawang dalam industri farmasi adalah sebagai subsitusi lemak coklat yang terdapat pada obat padat/solid penurun panas secara anal (suppositoria)” Kata Dr. Rizki Maharani, Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipteorkarpa (B2P2EHD) Samarinda, Jumat, 26/8.

Hal ini bisa terjadi karena titik leleh tengkawang yang berkisar 29-50 derajat celcius (tergantung asal jenisnya), memungkinkan hancur atau larutnya suppositoria yang menggunakan bahan lemak tengkawang tersebut secara perlahan dan menyebarkan obat panas langsung secara bertahap ke lapisan usus rendah (rectum) dan selanjutnya dapat diserap oleh darah secara cepat.

“Lemak tengkawang sangat efektif apabila dipadukan dengan bahan obat penurun panas, bahkan lebih efektif jika dibandingkan dengan lemak coklat yang selama ini dipakai. Hal inilah yang mendasari substitusi lemak coklat ke lemak tengkawang” kata Dr. Rizki.

Menurut Dr. Rizki, sebelum suppositoria ini diaplikasikan ke pasien penderita sakit panas, perlu dilakukan proses pengujian lebih lanjut agar obat ini benar-benar aman dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk penentuan konsentrasi penambahan yang tepat dalam proses pembuatannya.

Puskesmas, Posyandu dan Klinik berobat merupakan tempat yang nanti akan dijadikan pemberian suppositoria. Sedangkan target pengaplikasiannya nanti adalah anak-anak atau balita yang dirasa cukup aman apabila menggunakan metode pemberian obat secara anal. “Karena pemberian obat melalui metode ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk penyembuhan” sergah Dr. Rizki.

Pembuatan suppositoria ini adalah salah bentuk pengembangan lanjutan lemak tengkawang dalam industri farmasi yang disusun menjadi karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan jenjang Diploma 3 di Akademi Farmasi Samarinda.

Proses pengerjaannya dilakukan selama kurang lebih 4 bulan oleh Mahasiswa Akademi Farmasi Samarinda dibantu Dosen Pembimbing di Akademi Farmasi dan Peneliti B2P2EHD. Bentuk dukungan peneliti B2P2EHD adalah materi lemak tengkawang, bimbingan dan pembinaan. **MSC&RM

%d blogger menyukai ini: