Kontribusi Peneliti B2P2EHD dalam memajukan SDM Kehutanan

B2P2EHD(Yogyakarta, 4/5/2017) Proses pendampingan dimulai sejak penyusunan essai yang dilakukan mulai 15 Januari 2017. Tim SMK Kehutanan Samarinda mengirimkan 2 essai yaitu tentang puding herbal dan bio-etanol nira aren. SMK Kehutanan Samarinda Tim 1, dengan esaai “Pengembangan Puding Herbal Berbasis Silvofarmaka dalam Menunjang Kemandirian KPHP”. Essai ini merupakan aplikasi dari judul DIPA B2P2EHD pada penelitian Effervescent Tumbuhan Obat Asal KHDTK Labanan dalam bentuk diversifikasi bentuk obat tradisional. SMK Kehutanan Samarinda Tim 2, dengan essai “Pengembangan Bio-etanol Nira Aren Sederhana yang Berpotensi Besar dalam Upaya Penghematan Bahan Bakar Minyak”. Proses penelitian untuk menyusun essai dilakukan di lab THH B2P2EHD, berupa proses destilasi dan pemurnian bio-etanol dari nira aren menggunakan garam dapur (NaCl) yang larut air namun tidak larut etanol.

OKI 2017 diikuti oleh 96 peserta dari SMU/SMA dan SMK se-Indonesia yang mengajukan essai. Dari 96 peserta tersebut, ada 2 tim dari SMK Kehutanan Samarinda, 2 tim SMK Kehutanan Kadipaten, 1 tim SMK Kehutanan Rimba Bahari Sumedang, 2 tim SMK Kehutanan Pekanbaru, dan 2 tim SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor.

Dari 96 tim yang mengirimkan essai, diseleksi menjadi 25 tim untuk mengikuti rangkaian OKI di Yogyakarta yang diumumkan pada 10 Maret 2017. Peserta dari SMK Kehutanan yang lolos ke babak 25 besar yaitu 2 tim dari SMK Kehutanan Samarinda dan 1 tim dari SMK Kehutanan Bakti Rimba.

Dalam mempersiapkan acara OKI 2017 di Yogyakarta, juga dilakukan pendampingan silabus yang meliputi materi kehutanan, lingkungan hidup serta MIPA. Proses pengayaan materi dari peneliti B2P2EHD khususnya tterkait materi THH, yaitu anatomi kayu, fisika-kimia kayu, teknologi pulp-kertas, dan HHBK. Pendampingan ini dikalukan selama bulan Maret-April 2017.

25 tim yang lolos seleksi mengikuti rangkaian acara OKI di Yogyakarta yang terdiri atas :
  1. Youth Initiative (17 April 2017) : siswa diberikan masalah lingkup lingkungan hidup dan kehutanan, selanjutnya masing-masing tim memberikan inovasi pemecahan masalah.
  2. Rimbawan Tangkas (18 April 2017) : siswa diberikan peta dan berkeliling track di Wanagama. Tim memilih 5 pos dari 10 pos yang disediakan panitia. Masing-masing pos berisi permainan ketangkasan dan soal tentang pengetahuan umum dan kehutanan. Berdasarkan catatan waktu, tim Bio-etanol SMK Kehutanan Samarinda menjadi tim tercepat dengan waktu 2 jam 23 menit pada Rimbawan Tangkas.
  3. LCC (Lomba Cerdas Cermat) (19 April 2017): tahap pertama seluruh tim diberikan soal sebanyak 40 dan diberi waktu 1 jam untuk menyelesaian soal, nilai tim Puding 67,5 dan nilai tim Bio-etanol 70. 5 tim dengan nilai tertinggi masuk dalam tahap kedua berupa cerdas cermat dengan soal wajib, soal lemparan dan soal rebutan, nilai akhir tahap ini tim Puding 85 dan tim Bio-etanol 120. 2 tim dengan nilai tertinggi masuk ke tahap ketiga berupa lomba debat, pada tahap ini tim Puding debat dengan tim Bio-etanol. Lomba debat mengambil tema “Pro-kontra usaha sawit di lingkup kehutanan”

Dari 3 acara OKI tersebut dilakukan akumulasi nilai, sehingga juara pertama adalah tim Bio-etanol dan juara kedua adalah tim Puding. Sedangkan juara ketiga dari SMAN 1 Majenang.

Penulis: Andrian Fernandes, S.Hut – Peneliti Teknologi Hasil Hutan B2P2EHD

 

%d blogger menyukai ini: