Modifikasi Hasil Riset Ketahanan Pangan B2P2EHD berhasil memenangkan lomba tumpeng hias di Hari Bakti Rimbawan tahun 2017

B2P2EHD (Samarinda,17/3/2017)_Salah satu hasil riset unggulan Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) yang dimodifikasi dalam bidang ketahanan pangan berhasil menyabet juara pertama pada lomba nasi tumpeng di Hari Bakti Rimbawan tahun 2017 yang diadakan di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, 17/3.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”6″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_slideshow” gallery_width=”300″ gallery_height=”200″ cycle_effect=”shuffle” cycle_interval=”1″ show_thumbnail_link=”0″ thumbnail_link_text=”[Show thumbnails]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]Ir. Nina Juliaty, MP, Kepala Bidang Data Informasi dan Kerjasama B2P2EHD, selaku penanggung jawab persiapan lomba nasi uduk tumpeng tersebut bangga dengan hasil yang dicapai oleh tim lomba tumpeng nasi uduk tersebut. “Ternyata hasil riset tidak melulu bersifat ilmiah, tetapi dapat juga bermanfaat untuk masyarakat banyak, contohnya adalah dalam bidang ketahanan pangan seperti yang dilombakan hari ini” kata Nina.

Pada kesempatan tersebut, Nina ingin menunjukkan kepada seluruh pengguna bahwa hasil riset apabila dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan akan menghasilkan manfaat yang baik untuk masyarakat. Ini adalah bentuk aplikasi teknologi tepat guna dari salah satu riset Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di B2P2EHD dan dibuktikan dengan berhasil menyabet juara pertama lomba ini.

Dr. Rizki Maharani, Peneliti B2P2EHD yang mendalami penelitian Tengkawang tersebut mengatakan bahwa Nasi Tumpeng Uduk Tengkawang ini diolah menggunakan lemak tengkawang dimana lemak tersebut berperan sebagai pengganti mentega dan minyak goreng dalam proses memasak Tumpeng Uduk Tengkawang.

“Kehadiran lemak tersebut menambahkan cita rasa yang khas dan lezat sehingga menjadi keunggulan dari Tumpeng Uduk Tengkawang ini” ujar Rizki.

Selain nasi tumpeng uduk tengkawang, ada juga hasil riset yang di padupadankan yaitu TEH IRAI yang merupakan modifikasi hasil hutan daun pohon Bengkirai. Teh IRAI ini digunakan untuk pelepas dahaga setelah memakan nasi tumpeng uduk Tengkawang.

Rizki yang juga pimpinan produksi persiapan nasi tumpeng uduk tengkawang mengatakan sangat bersyukur, ternyata apa yang selama ini dilaksanakan dalam kegiatan penelitian mendapatkan hasil yang baik. Dengan hasil ini, ternyata riset tengkawang sangat terkait dengan program ketahanan pangan dalam mengenalkan hasil-hasil riset ke masyarakat. “hal ini tentunya sangat mendukung program Nawa Cita yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo” tambah Rizki

Sebagai informasi, B2P2EHD berhasil keluar menjadi juara pertama dengan total nilai 1000 poin setelah mengalahkan 17 peserta dari Satuan Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lingkup Provinsi Kalimantan Timur. Kriteria penilaian yang dilakukan adalah Kreatifitas, Keserasian dan Kelezatan dari nasi tumpeng uduk yang dilombakan. **MSC

%d blogger menyukai ini: