Business as Usual (BAU) Kalimantan Timur bentuk dukungan penuh menurunkan emisi di Indonesia

presentedB2PD (Samarinda, 03/02/2016)_ Dalam upaya penurunan emisi, Kalimantan Timur mendukung penuh komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi sebesar 26% dari skenario pembangunan Business as Usual (BAU) pada tahun 2020 dengan dana sendiri tanpa mengorbankan pembangunan di sektor lain, atau 41% jika mendapatkan bantuan internasional. Pemerintah berencana untuk memenuhi komitmen tersebut sejalan dengan upaya untuk tetap memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 7% per tahun.
Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kaya akan sumberdaya alam (SDA) dan pembangunan di Kalimantan Timur sebagian besar masih bergantung pada kekayaan SDA. Pembangunan ekonomi Kalimantan Timur era 70-90 an bergantung pada sektor kehutanan, dengan laju pertumbuhan ekonomi 7,42%. Sejak tahun 1990 hingga 2010, pembangunan ekonomi ditopang oleh industri pertambangan, terutama dengan adanya eksploitasi tambang minyak bumi dan gas alam, serta pertambangan batu bara. Pada periode 1990-2000, tingkat pertumbuhan ekonomi relatif lebih rendah, yaitu maksimal 5,71%. Satu dekade berikutnya, sektor pertambangan non-migas, terutama batu bara, menggeser posisi sektor pertambangan migas dalam pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB), hal ini disampaikan oleh Prof. Daddy Ruhiyat selaku Ketua DDPI Kaltim dalam diskusi Konsultasi Publik Penyusunan Master Plan Perubahan Iklim Kalimantan Timur di Samarinda tanggal 25 Februari 2016.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak atau multistakeholder terdiri dari Kepala KPH yang ada di Kaltim, praktisi dari private sector serta lembaga penelitian dan universitas dan juga mitra pembangunan Kalimantan Timur (NGO atau LSM lokal dan internasional).
Tujuan kegiatan; menyampaikan draft final Master Plan Perubahan Iklim; mendapatkan masukan dari para pihak untuk penyempurnaan dokumen Master Plan Perubahan Iklim.
Hasil yang diharapkan; tersampaikannya draft final Master Plan Perubahan Iklim para pihak; adanya masukan dari para pihak untuk penyempurnaan dokumen Master Plan Perubahan Iklim Kaltim
Saat ini Kalimantan Timur telah memiliki dokumen penting, dokumen tersebut antara laun Low Carbon Growth Strategy (LCGS), Rencana Aksi Daerah Penyusunan Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan Strategi Rencana Aksi Provinsi Implementasi REDD+, yang mana dokumen-dokumen ini merupakan dokumen sinergis yang diharapkan menjadi acuan dalam pengarusutamaan isu perubahan iklim dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Namun dokumen yang ada ini masih parsial dan terpisah, hal ini menjadi sulit disamping untuk keterpaduan kebijakan dan/atau implementasinya secara terstruktur, saat ini belum ada rencana jangka panjang yang bisa dijadikan sebagai rujukan dalam upaya melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan itu maka dilakukan penyusunan Masterplan Perubahan Iklim Kalimantan Timur oleh Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur.
Saat ini dokumen Master Plan Perubahan Iklim sedang dalam tahap finalisasi, untuk itu DDPI Kaltim melaksanakan konsultasi publik untuk mendapatkan input dan masukan dari para pihak guna penyempurnaan dokumen tersebut.
Dengan melihat semakin menurunnya laju pertumbuhan ekonomi dan semakin menurunnya ekonomi dari sumber daya alam tak terbarukan, maka Pemprov Kaltim melakukan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang lebih seimbang antara yang berbasis sumber daya alam tidak terbarukan dengan sumber daya alam yang terbarukan, yang dilakukan secara sistematis, yang secara lebih lengkap diuraikan dalam Visi Kaltim Maju 2030. **RS

Gambar Periodesasi Basis Ekonomi Kaltim 1970-2013 (Dr. Awang Faroek Ishak, dkk., Visi Kaltim Maju 2030)

%d blogger menyukai ini: