Bedah Jurnal Borneo Administrator Seri 2

Samarinda (B2P2EHD, 07/12/2017)_Pusat Kajian, Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Samarinda, Kalimantan Timur, telah melaksanakan acara bedah jurnal Borneo Administrator Seri 2  dengan narasumber Prof. Haji Nur Fitriyah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Mulawarman Samarinda pada hari Senin, tanggal 27 Nopember 2017. Bertempat di ruang kelas B Lantai II PKP2A III LAN, acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang dari kalangan peneliti, widyaiswara, dosen, perekayasa, pengelola jurnal dan pustakawan.

Peran pemerintah sangat penting dalam menumbuhkembangkan  dan mendorong tumbuhnya iklim yang kondusif bagi perkembangan dunia IPTEK melalui kegiatan pengkajian maupun penelitian di berbagai bidang pemerintahan. Oleh karena itu, PKP2A III LAN sebagai salah satu lembaga pengkajian di bidang administrasi negara melaksanakan kegiatan Bedah Jurnal yang bertujuan untuk “Meningkatkan kompetensi penulisan artikel ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah dan sekaligus mendorong produktivitas para peneliti, widyaiswara, dosen, perekayasa dan pustakawan”.  Jurnal yang “dibedah” adalah jurnal Borneo Administrator (JBA) yang merupakan Jurnal Ilmiah Terakreditasi terbitan PKP2A III LAN, yang terbit triwulan sekali (1 tahun 4 kali) dan sejak tahun 2017 telah terbit secara OnLine.

Menurut Andi Wahyudi sebagai dewan redaksi Jurnal Borneo Administrator, pelaksanaan bedah jurnal sesi 2 ini adalah untuk refresh dan recharge tentang teori-teori yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah. “Untuk itu, narasumber akan memberikan dan menjelaskan metode-metode yang dapat digunakan dalam penulisan artikel ilmiah,”imbuhnya .

Prof. Haji Nur Fitriyah menyampaikan materi pengenalan metode penelitian dengan pendekatan Metode Kombinasi (Mixed Method) dalam membuat suatu artikel ilmiah. Beliau mengatakan Mixed Method yang menggabungkan metode pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif menjadi menarik karena manfaatnya luas bagi penelitian sosial dan juga menjadikan nilai yang strategi, sehingga banyak yang tertarik dengan metode Mixed Method ini. Mixed Method  menjadi sangat menarik karena : Relatif sedikit ruang yang diberikan kepada masalah ini dalam buku-buku metodolasis, relatif sedikit studi yang menggunakan metode ini yang secara eksplisit mendiskusikan implikasi-implikasi metodolosis, dikalangan sponsor mulai tertarik dengan metode ini, khususnya di bidang ilmu sosial dan dijadikan sebagai metode penelitian bernilai strategis.

Lebih lanjut, penelitian yang menggabungkan pendekatan Kuntitatif dan Kualitatif  (Methodology Research Mixed Quantitative-Qualitative) menurut Johson dan Cristensen telah banyak dikenal dunia penelitian untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang lebih bervariatif dan inovatif/HRA

 

%d blogger menyukai ini: