Arboretum Sempaja: Calon Destinasi Wisata Edukasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Dalam Kota Samarinda.

B2P2EDH (Samarinda, 1/6/2017)_Dalam rangka upaya menghadirkan destinasi wisata baru di dalam Kota Samarinda, Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Samarinda melakukan kunjungan ke Arboretum Sempaja dan Persemaian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD), Rabu, 31/5.

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”17″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_slideshow” gallery_width=”400″ gallery_height=”300″ cycle_effect=”fade” cycle_interval=”2″ show_thumbnail_link=”0″ thumbnail_link_text=”[Show thumbnails]” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” maximum_entity_count=”500″]Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Kota Samarinda, Yulianus, SE., MSi., secara khusus datang ke Kantor B2P2EHD untuk mencari informasi lebih lengkap terkait hal tersebut. Yulianus mengatakan merasa kecolongan karena selama ini tidak mengetahui kalau di dalam Kota Samarinda ada potensi destinasi wisata yang sangat bagus.

“Ini adalah calon destinasi wisata edukasi lingkungan hidup dan kehutanan yang bagus dan ada di berada di tengah Kota Samarinda, takutnya kalau nanti kami di tanya oleh orang terkait objek wisata ini (Arboretum Sempaja), kami tidak dapat memberikan informasi. Karenanya kami langsung melakukan kunjungan ke sini” kata Yulianus.

Yulianus yang dalam kunjungannya didampingi oleh Amir Mahmud, S.Pd., M.Si., Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Pemkot Samarinda dan Drs. Sofian Nur serta Kepala Seksi Analisa Data dan Potensi Wisata, mengakui memperoleh informasi tentang Arboretum Sempaja ini dari brosur yang dibagikan kepada pelajar pada acara Launching Widyawisata Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 21/5 yang lalu, ternyata pelajar tersebut adalah anak dari pak Amir Mahmud.

Lebih lanjut, setelah kunjungan pertama ini Yulianus akan segera melaporkan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, dan berharap semoga nanti pada kunjungan selanjutnya Dinas Pariwisata Kota Samarinda dapat menjalin kerjasama pengelolaan destinasi wisata di Arboretum Sempaja dengan pola kemitraan.

Menurut Yulianus umumnya destinasi di kota samarinda pengelolaannya menganut pola-pola kemitraaan, karena untuk membuat destinasi yang menarik dikunjungi orang pasti memerlukan biaya yang besar. “Kehadiran Dinas Pariwisata disini adalah sebagai pendampingan serta promosi, sebagai contoh kalau ada event dari Pemerintah Kota Samarinda, lokasinya kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di destinasi wisata edukasi ini, sehingga otomatis wisata edukasi lingkungan hidup dan kehutanan yang ada di B2P2EHD akan terpromosikan” kata Yulianus.

Kepala B2P2EHD, Ir. Ahmad Saerozi, yang ditemui di tempat kerjanya, menyambut dengan tangan terbuka terkait rencana pengelolaan calon destinasi wisata edukasi lingkungan hidup dan kehutanan ini.  Dan akan memberikan dukungan penuh agar destinasi wisata edukasi tersebut dapat terealiasi.

“Kalau nanti telah menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan hidup dan kehutanan, kedepannya diharapkan setiap pengunjung yang mengikuti seluruh program wisata edukasi ini akan memperoleh ilmu yang bermanfaat tentang bagaimana proses menanam tanaman yang benar dan sesuai dengan standart internasional” kata Saerozi.

Menurut Saerozi, program yang nanti akan digunakan sangat ilmiah karena berisi materi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) bagaimana proses penanaman pohon mulai dari awal sampai akhir. Beliau yakin selain mendapat manfaat wisata seperti melakukan selfie dengan latar belakang hutan, peserta juga akan mendapat iptek tentang lingkungan hidup dan kehutanan.

Saerozi juga berharap mendapatkan masukan dari Dinas Pariwisata Kota Samarinda tentang bagaimana pengelolaan tempat ini kedepannya, sehingga pemanfaatan dari wisata edukasi ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Kota Samarinda.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum B2P2EHD, Ir. Yoyok Sigit Haryotomo, MM., mengatakan potensi Arboretum Sempaja ini sangatlah bagus, karena itu kemarin, 21/5, B2P2EHD mengadakan workshop dan launching widyawisata lingkungan hidup dan kehutanan di Arboretum Sempaja dan Persemaian B2P2EHD.

“Untuk lebih mengekspose potensi yang ada di sini kami mengundang pihak media, mulai dari TVRI Kaltim, Tribun Kaltim dan Kaltim Post” Kata Yoyok.

Hal ini juga dapat memberikan informasi kepada masyakarat Kalimantan Timur, khususnya warga Kota Samarinda, bahwa di Samarinda ada Lembaga Riset Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sangat potensial tidak hanya dari segi hasil-hasil riset unggulannya tetapi juga memiliki potensi wisata edukasi yang sangat baik yaitu Arboretum Sempaja.

Lebih lanjut Yoyok menginformasikan bahwa produk Arboretum Sempaja ini merupakan Miniatur Hutan yang berisi tanaman endemic Kalimantan, setiap orang dapat menikmatinya mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa sampai masyarakat umum. “mereka dapat mengenal tanaman sambal selfie berlatar belakang hutan” tambah Yoyok.

Yoyok mengatakan “Ada sekitar dua ribu tanaman di sini dengan luas kawasan sekitar 2,5 hektar dan didalamnya juga terdapat trek untuk melihat secara langsung tanaman tersebut”

Sebagai informasi, sebagian tanaman di Arboretum Sempaja telah disematkan teknologi QR code yang merupakan aplikasi untuk mengetahui jenis tanaman dengan melakukan scanning pada plang tanaman menggunakan aplikasi di smart phone.

“Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi jenis tanaman tersebut, mulai dari nama sampai artikel penelitian apa saja yang menggunakan tanaman tersebut” tambah Yoyok.

Menurut Yoyok, tentunya penggunaan fitur teknologi ini akan memperkuat perolehan informasi yang akan di dapat pengunjung nantinya. **MSC

%d blogger menyukai ini: