Arboretum Sempaja

ARBORETUM SEMPAJA

Salah satu sarana dan prasarana penelitian di B2P2EHD adalah arboretum yang berada di kompleks perkantoran dan perumahan lingkup B2P2EHD. Arboretum dibangun sebagai tempat pelestarian sumber plasma nuftah untuk mendukung kegiatan penelitian, sarana pendidikan dan  pelatihan  serta  sebagai  sarana  rekreasi,  juga  berfungsi sebagai  areal konservasi ex-situ dalam hal koleksi jenis dan sebagai sarana untuk memperkenalkan jenis-jenis pohon kepada masyarakat luas.

Arboretum  B2P2EHD  dengan  luas  ±2,5  Ha  diharapkan  dapat  menjadi salah satu laboratorium lapangan khususnya untuk koleksi jenis dan juga mengambil  peran  edukatif  dengan  memperkenalkan  berbagai  jenis koleksi tanaman  yang  ada kepada masyarakat  umum.  Sampai  dengan  tahun 2014,  di arboretum B2P2EHD terdapat 1779 pohon yang terdiri dari 75 jenis pohon dan terklasifikasi dalam 26 famili. Selain itu arboretum juga dikembangkan sarana rekreasi dengan adanya jalan inspeksi yang difungsikan sebagai jogging track mengelilingi seluruh areal arboretum.

Galeri Foto Arboretum

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Arboretum

Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di arboretum merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin, meliputi pemeliharaan dan pembersihan areal arboretum (penebasan semak belukar dan perawatan sarana prasarana) yang dilakukan secara periodik serta melakukan penjarangan terhadap jenis  yang  terlalu  mendominasi. Kegiatan  perawatan  sarana  dan  prasarana termasuk kebersihan areal sekitar arboretum dan akses jalan menuju kompleks perumahan B2P2EHD. Kegiatan penjarangan dilakukan terhadap pohon pohon yang berada di pinggir jalan menuju kompleks perumahan B2P2EHD. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna jalan karena dahan dan ranting yang rapuh dikhawatirkan akan patah dan menimpa pengguna jalan.

  • Kegiatan pemeliharaan rutin di arboretum.
  • Perbaikan jalur listrik dan penerangan.
  • Lampu penerangan jalan menuju kompleks perumahan.
  • Bak penampungan / reservoir sebagai cadangan air.
  • Papan informasi utama arboretum.
  • Zonasi taman herbal di arboretum.
  • Tanaman hias yang difungsikan sebagai pagar hidup.
  • Perbaikan jalan inspeksi di areal arboretum.
  • Jogging track yang juga difungsikan sebagai fisioterapi
  • Tanaman Pasak Bumi di Arboretum yang Berbuah
Inventarisasi dan Pengukuran Pohon secara Periodik

Pada tahun 2016 telah dilakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap koleksi pohon yang ada di arboretum. Pengukuran yang dilakukan meliputi pertambahan tinggi dan diameter pohon. Dari hasil inventarisasi, akan dilakukan seleksi terhadap jenis pohon yang mendominasi untuk memberi ruang tumbuh pada tanaman pokok yang lain dan untuk pengaturan zonasi serta areal untuk penanaman jenis baru.

Kegiatan penambahan koleksi jenis juga terus  dilakukan,  yaitu dengan melakukan   survey   guna   mengumpulkan   anakan   dan   bibit   semua   jenis Tengkawang yang ada di dunia. Hingga saat ini telah terkoleksi 9 jenis dari 17 jenis Tengkawang yang ada. Pengumpulan bibit/anakan juga dilakukan oleh rekan rekan peneliti dan teknisi yang bertugas ke lapangan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk semakin memperbanyak koleksi jenis yang ada di persemaian dan arboretum B2P2EHD. Jenis jenis lain juga terus dikembangkan di Persemaian B2P2EHD untuk menambah koleksi jenis di arboretum, namun belum dapat ditanam karena kondisi tanaman yang belum cukup umur.

Peningkatan Fungsi Arboretum

Pada tahun 2016 dilakukan pengembangan taman herbal untuk menambah daya tarik pengunjung dan meningkatkan fungsi arboretum. Pengembangan taman herbal dilakukan dengan membuat spot taman serta penambahan koleksi jenis tanaman berkhasiat  obat diantaranya jenis Pasak Bumi dan berbagai tanaman herbal berkhasiat obat lainnya.

  • Tanaman Bawang Tiwai sebagai koleksi tanaman obat.

Peningkatan peran Dharma Wanita B2P2EHD juga dilibatkan dalam pembuatan bedeng TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dengan jenis jenis tanaman herbal antara lain : jahe merah, jahe putih, temu lawak, temu kunci, temu manga, sirih merah dan lain lain.

  • Koleksi bedeng tanaman obat.

Peningkatan fungsi arboretum sebagai sarana edukatif   juga dilakukan dengen menerima kunjungan praktek dan studi banding dari pihak lain. Beberapa yang melalukan praktek lapangan di Arboretum B2P2HD adalah dari SMK Kehutanan  Negeri Samarinda serta SMK Pertanian Negeri Samarinda.

  • Praktek lapangan dalam rangka monitoring karbon FCPF

Arboretum B2P2EHD juga digunakan untuk kegiatan praktek monitoring karbon hutan oleh FCPF yang dilakukan pada bulan Agustus  2016. Kegiatan FCPF merupakan kerjasama antara P3SEKPI dan Forest Carbon Partnership Facility sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan skema Carbon Fund yang akan diimplementasikan di Kalimantan Timur. Pelaksanaan praktek lapangan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknik pengumpulan data dan simulasi teknis agar data yang nantinya diambil sesuai dengan standar.

 Untuk lingkup sekolah sekolah juga telah melakukan kunjungan yang sifatnya informal dan lebih kepada aspek rekreasi lingkungan sambil belajar. Materi yang disampaikan juga tidak terlalu berat, diawali dengan penjelasan mengenai profil lokasi, kemudian anak anak sekolah diajak berkeliling sepanjang jalur tracking dan diberikan penjelasan identifikasi pohon pohon  yang ada di sepanjang jalur tersebut, meliputi morfologi, etnobotani dan penampakan visual serta nama jenis lokal dan nama latin pohon tersebut. Dengan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya promosi telah dilakukan melalui sarana sosial media yaitu membuat page Arboretum B2P2EHD pada jaringan FACEBOOK. Saat ini arboretum B2P2EHD telah dikenal dikalangan komunitas fotografi sebagai salah satu spot fotografi dengan tema pepohonan/alam. Hingga saat ini arboretum B2P2EHD telah dikenal sebagai salah satu spot fotografi yang umumnya mengambil tema alam dengan latar belakang pepohonan. Beberapa komunitas fotografi sering melakukan kegiatannya di arboretum B2P2EHD diantaranya komunitas fotografi makro dan juga beberapa pasangan yang melakukan prosesi prewedding yang bertemakan alam dan pepohonan.

  • Kegiatan Komunitas Fotografi di Arboretum B2P2EHD
  • Social Media Page Arboretum B2P2EHD Samarinda

Arboretum B2P2EHD juga dijadikan sebagai laboratorium lapangan untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan inokulasi gaharu. Di arboretum B2P2EHD terdapat zonasi khusus pohon penghasil gaharu dan dijadikan sebagai sarana praktek penyuntikan dan inokulasi gaharu buatan oleh instansi terkait seperti BDK Samarinda.  Arboretum B2P2EHD juga memiliki zonasi khusus untuk konservasi jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang merupakan jenis unggulan Kalimantan. Di areal Arboretum B2P2EHD juga terdapat blok yang ditujukan khusus untuk konservasi jenis Ulin tersebut, hal ini dapat pula kita kembangkan sebagai sarana membentuk taman tematik tersebut.

Beberapa  pohon  jenis  Shorea  dan  Gaharu  yang  ada  di  arboretum B2P2EHD juga sudah mulai berbunga dan berbuah, sehingga dapat dijadikan sebagai  cadangan  sumber  benih  untuk  perbanyakan  tanaman  di  persemaian. Pohon buah seperti Terap, Durian, Rambutan, Mangga, Cempedak juga banyak terdapat di arboretum B2P2EHD dan sudah berbuah pada musimnya. Telah didesain zonasi khusus dan akan diperbanyak koleksi jenisnya sehingga memberikan nilai tambah terhadap keberadaan arboretum B2P2EHD.