KHDTK Sangai

KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UNTUK HUTAN PENELITIAN SANGAI

Kawasan Hutan Penelitian Wanariset Sangai ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 98/Menhut-II/2005 tanggal 15 April 2005, yang menyatakan tentang Perubahan Keputusan Menhut No. 105/Kpts-II/1997 tanggal 18 Februari 1997 tentang Penetapan Kawasan Hutan di Kelompok Hutan Tumbang Kaleh yang terletak di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur, Propinsi Kalimantan Tengah seluas 630,10 ha sebagai Kawasan Hutan Penelitian dengan nama Kawasan Hutan Penelitian Wanariset Sangai. Hutan penelitian Sangai dibangun tahun 1992, yang merupakan lokasi eks kerjasama bilateral antara pemerintah Inggris (ODA) dengan Indonesia melalui Tropical Forest Management Programmed (UK-ITFMP).

Lokasi Hutan Penelitian Sangai berada kira-kira 270 km arah tenggara dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terletak ± 48 km dari desa Tumbang Sangai, kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur (Sampit). Kawasan ini merupakan hutan primer yang berada dalam kawasan hutan PT. Kayu Tribuana Rama, PHT Kayu Mas Internasional.

Kondisi Umum Lokasi Penelitian

Letak dan Luas

Areal yang ditata batas seluas 630 ha yang termasuk dalam kelompok hutan Tumbang Kaleh yang secara geografis terletak antara 112° 17′ – 112° 18′ Bujur Timur dan 01° 17′ – 01° 18′ Lintang Selatan. Areal hutan yang ditata batas tersebut berdasarkan peta RTRWP Kalimantan Tengah seluruhnya termasuk dalam kawasan Hutan Produksi Tetap. Menurut administrasi pemerintahan, areal termasuk dalam Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Dati II Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Berdasarkan peta HPH Prop. Kalteng skala 1 : 500.000 areal tersebut seluruhnya termasuk dalam areal HPH PT. Kayu Tribuana Rama.

Topografi

Berdasarkan Peta Topografi Prop. Dati I Kalteng dengan skala 1 : 250.000 areal mempunyai keadaan topografi adalah agak curam dengan kelerengan 8 – 15 % dan sebagian curam dengan kelerengan 15 – 25 %.

Jenis Tanah

Berdasarkan Peta Tanah Prop Dati I Kalteng dengan skala 1 : 500.000 yang bersumber dari peta Tanah eksplorasi Kalteng skala 1 : 1000.000 tahun 1972 dari LPT Bogor pada kelompok hutan yang sebagian arealnya ditata batas, terdiri dari jenis tanah Podsolik Merah kuning dengan bahan induk batuan beku dan endapan serta mempunyai fisiografi bukit dan pegunungan lipatan.

Iklim

Berdasarkan klasifikasi Schmidt and Fergusson, areal yang ditata batas termasuk dalam type iklim A dengan nilai Q yang berkisar antara 0 – 14,3 %.

Vegetasi

Menurut pengamatan di lapangan terutama pada areal sekitar jalur batas lokasi kawasan hutan yang ditata batas untuk tujuan perkebunan tumbuh pohon dengan jenis antara lain : meranti merah, meranti kuning, meranti putih, keruing, benuas, ulin, dll.

Aksesibilitas

Sarana menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Palangka raya – Plantaran sejauh ± 135 Km, dari Plantaran ke lokasi sepanjang ± 178 Km.