KHDTK Labanan

PROFIL KHDTK untuk Hutan Penelitian Labanan

 

  1. Letak dan Luas Wilayah

Berdasarkan Laporan Hasil Pembuatan Batas Definitf KHDTK untuk Hutan Penelitian Labanan bulan Juni 2009, kawasan ini terletak antara 01o57’18″LU sampai dengan 01o52’26″LU dan 117o09’42″BT sampai dengan 117o16’11″BT. Menurut pembagian administrasi pemerintahan, kawasan ini termasuk ke dalam Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Teluk Bayur dan Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur.   Menurut pembagian wilayah hutan, termasuk wilayah KPH Berau Barat.

Luas Hutan Penelitian Labanan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK. 64/Menhut-II/2012 tanggal 3 Februari 2012 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus untuk Hutan Penelitian Labanan yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur seluas 7.959,10 (Tujuh Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Sembilan dan Sepuluh Seperseratus) Hektar.

 

  1. Aksesibilitas

Aksesibilitas menuju kawasan ini relatif mudah, dapat ditempuh melalui 2 jalur,   yaitu:

  1. Jalur darat : Samarinda – Labanan ditempuh dalam waktu ±14 jam.
  2. Jalur udara : BandaraTemindung (Samarinda) – Bandara Kalimarau (Tanjung Redeb) – dilanjutkan jalan darat ke Hutan Penelitian Labanan kurang lebih ± 2 jam.

 

  1. Sejarah Kawasan

Kawasan ini semula merupakan areal konsesi IUPHHKA PT. Inhutani I Unit Labanan. Perubahan fungsi kawasan menjadi hutan penelitian berawal dari dibangunnya proyek kerjasama antara Pemerintah Indonesia (Badan Litbang Kehutanan dan PT. Inhutani I) dengan Pemerintah Perancis (CIRAD-Forest) dengan nama Proyek Silvicultural Technique for Regeneration of Logged Over Area in East Kalimantan (STREK) pada tahun 1989. Proyek ini berakhir pada tahun 1996 dan selanjutnya dilakukan kerjasama dengan pihak Uni Eropa melalui Berau Forest Management Project (BFMP).

Untuk mempertahankan keberadaan Plot STREK serta mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan kehutanan, Menteri Kehutanan telah menunjuk kawasan ini menjadi KHDTK untuk Hutan Penelitian Labanan dan pengelolaan kawasan diserahkan kepada Balai Besar Penelitian Dipterokarpa (B2PD) sesuai Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan Nomor: SK. 90/Kpts/VIII/2007 tanggal 25 Mei 2007.

 

  1. Potensi Kawasan

KHDTK untuk Hutan Penelitian Labanan merupakan miniatur hutan hujan tropis dataran rendah dengan keragaman biodiversitas yang sangat tertinggi. Berdasarkan data kompilasi hasil eksplorasi yang telah dilaksanakan di kawasan ini, lebih dari 58 famili (150 genus) flora, 23 jenis mamalia, 89 jenis burung, 40 jenis Herpetefauna, berbagai jenis fungi serta ekosistem gua dapat dijumpai dan dijadikan obyek penelitian dan pengembangan yang sangat menarik.

 

  1. Kegiatan Penelitian

Sejak berakhirnya kerjasama BFMP, kegiatan pengamata n plot STREK secara berkala dilanjutkan oleh B2PD. Hingga saat ini, pengamatan tersebut telah memasuki tahun ke-24. Kegiatan penelitian lain yang dilaksanakan di kawasan ini, antara lain: pemuliaan kayu pertukangan dan pemuliaan jenis HHBK prioritas serta eksplorasi sebaran dan potensi jenis Dipterokarpa penghasil Tengkawang. Kegiatan penelitian di kawasan ini tidak hanya dilaksanakan oleh B2PD, melainkan juga lembaga pendidikan, lembaga penelitian, maupun pemerhati lingkungan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.